Rabu, 05 Desember 2018

Dia cinta terhebatku

Perasaan gelisah yang kualami lima bulan terakhir ini, terkadang aku bertanya kapankah semua ini akan berakhir.Ada kebohongan yang tertutupi diantara dua pria.Yang satu telah mencintainya sedangkan yang lain setitikpun rasa cinta itu tak ada.Ya dia yang aku cintai sepenuh hatiku telah aku bohongi selama lima bulan yaitu Dimas.Aku sangat mencintainya, begitupun dengan dimas.Bahkan apa yg dimas inginkan pasti akan aku lakukan.sekian lama aku dan dimas memadu kasih sejak kami duduk dikelas 1 smk.Tapi satu yang aku tau bahwa keadaan ini tak bisa aku hindari.Saat ini aku duduk dikelas 3 smk.kebetulan aku dan Dimas satu ruangan sehingga rasa rindu slalu terobati.
Namaku sinta, usiaku saat ini 18 tahun
Lala itulah sebutan manis teman"untukkku.
Hari ini aku telat balik kerumah berhubung setelah pulang sekolah tadi Dimas ngajakin aku ketaman tempat kesenangan kami berdua.Dengan pelan aku mengendap masuk membuka pintu rumah yang kebetulan belum dikunci.Perasaanku mulai gelisah melihat dia yang sedang duduk disofa ruang tamu sambil menatapku tajam.Dia satria,pria yang tampan.Ya  dia
adalah suamiku.Aku dan dia menikah lima bulan yg lalu.usianya jelas jauh berbeda denganku,saat ini usianya 27 tahun.Walaupun dia itu suamiku, aku tak ada rasa buatnya.Semua berlangsung karena unsur keterpaksaan, dimana ayahku dililit
hutang oleh keluarga satria,sehingga aku dipaksa menikah dengan orang yg sama sekali tidak aku cintai.selain itu juga saat
 pertama kali satria melihatku, dia sudah jatuh hati terhadapku.Hubungan ini aku tutupi serapat mungkin sehingga teman sekolah tak ada yang mengetahui hal ini.
Adek darimana aja,kok lama banget pulangnya??tanya suamiku menyerngitkan keningnya.Aku menjawab suamiku dengan kasar,mengatakan bahwa tugas sekolahku sangat bnyak.Aku selalu  kasar dan bersikap dingin kepada suamiku
Yaudah adek mandi dulu gih."sarannya
Tanpa kamu beri saranpun itu akan aq lakukan "balasku membisukannya.
Satria selalu sabar menghadapiku tapi aku sangat membencinya karena dialah yg akan menjadi jurang pemisah antara aku dan  dimas.
Walaupun dalam kesadaran yang tinggi, memang aku cewe tak tau diri.semuanya sudah diberikan satria kepadaku tetapi aku
 selalu mengabaikannya.

***
Siang hari tiba dirumah,aku duduk santai ditaman samping rumah sambil
menggenggam ponselku.Saat itu aku chat sama dimas kekasih yang aku puja.Dari
kejauhan, satria jelas memperhatikanku.selang beberapa menit
 satria perlahan menghampiriku dan
mencoba mengambil ponsel milikku.Aku segera menjauhkannya, tpi syukurlh dia tak membahas hal itu.dengan segera ia duduk disampingku sembari mengelus kepalaku dengan lembut.Makan siang bareng yuk dek".ucapnya pelan tepat ditelingaku.Emm
 aku mengangguk menyetujui ajakan satria.Siang itu kami makan bersama.Tampak jelas dimataku wajah satria
 yg memancarkan rasa bahagianya.Sambil memandangku ,suamiku menyodorkan makanannya untuk menyuapiku.Aku segera menerima suapan darinya.Satria memang romantis ucapku dalam hati.Selama kami menikah,selama itu pula kami berdua tak pernah makan bersama seperti yang kmi lakukan saat ini.Bahkan kamipun tak pernah satu ranjang.
***
Satria tak pernah mengizinkanku tidur sampai larut malam.itu semua dia tunjukkan karena dia tak mau kalau aku sakit.Pernah sekali tepat pukul 23 Wib aku terlalu sibuk chat dengan Dimas sampai" aku lupa untuk tidur.saat itu juga suamiku belum tidur.
Adek udah bisa tidur ,ini udah larut malam ucap satria.saking aku bencinya, aku melempar gelas kelantai hampir mengenai kakinya sontak satria kaget lalu aku meninggalkannya.
Ntah apa yang aku pikirkan saat itu,sampai  dikamar aku nangis sejadinya.Dalam hati kecilku, aku menyesal berbuat demikian
aku selalu mencoba menguasai amarahku tapi tak prnh dapat aku kendalikan.

Pagi ini aku telat bangun.Padahal sekarang ada ulangan disekolah, terpaksa satria yang akan mengantar aku kesekolah.Pagi itu juga aku membentak satria.aku sangat marah
padanya karena biasanya dia yang banguni aku tetapi hari ini dia lupa untuk itu.
Bang kenapa sih gak banguni aku??? aku sekarang dah telat ni sekolahnya tegasku
 membentaknya saat suamiku membereskan berkas" kantor miliknya.Iya maaf dek.abang juga ini udah telat kok balasnya sembari membujukku sambil memandang jam tangannya.
Itumah derita lu.Ucapku keras tanpa ada rasa  ragu".
Tiba disekolah tepat didalam mobil.suamiku menyodorkan tangannya kearahku agar aku memberi salam kepadanya tapi aku menolaknya dan segera keluar dari
mobil.Aku memang bukan istri yang baik, aku sangat tau akan hal itu.Aku tau suamiku sangat membutuhkan perhatian lebih dariku.Memberskan pakaian kerjanya setiap pagi maupun malam sepulang
kerja,memberinya salam,menyambutnya pulang, memasak untuknya, menghabiskan waktu bersamanya bahkan aku tak pernah melakukan itu.Malam tlah tiba,amarahku juga blum juga mereda.Kulihat suamiku yang sedang sibuk menyelesaikan tugas kantornya.Segera kuhampiri dia lalu aku tak dapat menahan amarahku dengan cepat  memukul meja kerjanya sambil menatapnya tajam penuh kebencian.Ehhh adk kenapa tanya suamiku lembut.
Karena abang aku telat sekolah.Karena abg juga aku gak diizinin ikut ulangan bentak ku keras kepadanya.Plakkkk... Tangan suamiku melayang keras tepat dipipiku.Aku tak percaya dia berani memukulku.aku tak dapat menahan emosiku. aku bergegas pergi dan membawa barang"ku berniat untuk pergi dari rumah.Suamiku jelas memandangku yg hendak pergi tetapi dia tak ingin menahanku.
***
Kini udah dua minggu aku tak berada serumah dengan satria.Mungkinkah dia tak lgi memperdulikanku ataukah dia akan melupakanku.
siang sepulang sekolah aku gak sengaja
 melihat Dimas jalan bareng cewek. Jelas aku tak mengenal cwek itu siapa.Segera kuhampiri mereka.Dasar pelakor"kulemparkan pukulan keras dipipi  cewek itu.Sontak aku kaget Dimas malah balik meluncurkan pukulannya dipipiku.La maafin aku, selama ini aku bohong sama kamu.cewek ini pacar aku jauh sebelum kita jadian.tegasnya menerangkan.
Tangisku pecah.Tak seorangpun yg mau
ngertiin aku.Suamiku membiarkanku pergi.
kini dimas meninggalkanku.

Sebulan berlalu suamiku belum juga kunjung mencariku ataupun menghubungiku.Mungkinkah dia tak membutuhkanku lagi.saat hari itu juga aku memutuskan untuk tidak berharap lagi


Ehhh maaf gak sengaja ucapku saat menginjak kakinya.Ya gak apa-apa kok.balasnya membeberkan senyuman manis.kejadian itu yang membuat aku  bisa mengenal dia,Didi namanya. hari ketiga aku mengenalnya Didi lngsng mengatakan perasaannya padaku.Disaat itu juga aku dan didi menjalin hubungan pcaran.Didi orangnya baik dan perhatian.
Seminggu berlalu ntah mengapa aku mudah mencintai didi dibandingkan suamiku yang udah sekian bulan hidup bersamanya.pdahal masih baru sekali aku mengenal Didi.

Malam hari tlah tiba, terdengar suara bel rumah kos ku.dan segera ku bukakan.Ehhh ternyata itu suamiku
dengan berlutut satria mengajak aku
kembali kerumahnya.
Sampai dirumah satria, aku segera masuk begitu saja tanpa memperdulikan suamiku yang sibuk membawa koper barangku.

Waktu tlah menunjukkan pukul 07 00 saatnya untukku berangkat sekolah.karena
hari ini ujian nasional akan berlangsng aku tak sempatkan sarapan walaupun suamiku sudah menyarankanku untuk sarapan terlebih dahulu.Dek kits berangkat bareng y.kan kantor abang searah sama sekolah
 adek ucapnya membujukku.
Aku gak bisa,aku udah janji sama teman" balasku singkat.Mendengar klakson motor dari luar gerbang rumah aku segera kluar untuk memastikan itu didi atau tidak.Tepat sekali ternyata itu Didi.
Sepulang sekolah Didi kembali datang menjemputku.Kuhabiskan waktu bersama Didi.Walaupun hanya hitungan waktu bersama Didi udah membuat ku senang banget.Sampai aku lupa untuk pulang.Tepatnya pukul 21 00 malam.aku tiba dirumah diantar oleh Didi.Kebetulan saat itu suamiku belum juga balik dari kantornya,mungkin lagi lembur pikirku.

Selesai makan malam terdengar dering ponselku, segera ku menggapai ponsel tersebut ternyata pesan teks dari nomor tak dikenal.
Pelakor...
Kamu jangan sekali-kali merusak rumah tangga orang lain
Kami udah cukup hidup bahagia
Jangan pernah ngarep sama Didi
Dia itu suami aku
Dasar cewe murahan.

Ternyata Didi udah bohongi aku.Dia tak pernah mengatakan bahwa dia punya pacar
ataupun seorang istri.Air mataku kembali menetes.Tak dapat kupercaya Didi yang bersikap begitu baik, humoris memberikan luka padaku.
padahal msih hitungan jam aku bahagia, menghabiskan waktu bersama Didi.Kenapa semua ini harus terjadi padaku.


Dua hari berlalu, perasaanku masih sangat gelisah.Berharap didi mau berkata jujur dibadapanku.Hari ini aku mengajak Didi untuk bertemu menjekaskan smuanya.
kurang lebih 30 menit aku menunggu Didi tepat di jalan raya.Kini Didi sudah datang dan menjelaskan smua kenyataannya. Dadaku terasa sesak,airmata mengalir begitu deras.
Kamu jgan nangis lgi.mungkin bukan aku yang terbaik buatmu
pasti diluaran sana ada pria yg lebih baik dari aku  yg bisa buat kamu bahagia
Aku udah memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita ini walaupun aku sangat mencintaimu ucapnya sambil memelukku.Dengan tidak sadar Suamiku kebetulan lewat melihat kami berdua.Sungguh saat itu aku tak memperdulikannya.Dengan laju yang tinggi satria  membawa mobilnya dan segera meninggalkan kami berdua.Dan kini hububgan ku dengan Didi tlah berakhir.


sesampainya dirumah suamiku tidak
ada.Ntah kemana suamiku pergi hampir 3 jam aku menunggu suamiku untuk menjelaskan kejadian tadi tapi Satria belum kunjung balik.

***

Pagi hari tlah tiba, tanpa kusadari aku sangat kaget melihat suamiku tidur pulas berada tepat disampingku.Ini pertama kami satu ranjang.
Saat aku hendak berangkat sekolah Satria tak sedikitpun menoleh kearahku bahkan mengajak aku sarapanpun enggan dia lakukan.Mungkin dia masih marah melihat
aku dan Didi.
Kuberanikan untuk memulai percakapan
Bang malam itu kemana aja kok lama baliknya tanyaku pelan saat dia sarapan.
Itu gak urusan kamu jawabnya membuatku kacau.
Akhir"ini satria bersikap dingin padaku,tak seperti biasanya bila aku tidur kemalaman pasti dia ingatin aku untuk segera tidur tapi hari ini tepat pukul 00. Aku belum tidur juga walsupun satria melihatku dia sepertinya
acuh tak acuh .

Malam itu saat aku ingin tidur gk sengaja aku melihat suamiku tertidur pulas dikamarnya tanpa menggunakan selimut.Hingga kususuri dia dan memakaikan selimut buatnya.Kupandang wajah satria yg begitu manis.Ya aku mulai menyukainya.Tapi mengapa saat dalam
kondisi terhempit benih- benih cinta itu tumbuh.Mengapa gk dari dulu saja" ucapku menyesali semua kesalahanku.

Ujian nasional sudah berlalu dua minggu yg lalu.sehingga perjalanan sekolahku saat ini sudah berakhir.Aku ingin melanjut kuliah tapi aku lebih memilih untuk melayani satria.
Tapi sekarang yang aku pikirkan hubunganku dengan satria.belum juga baikan.satria belum bisa untuk dibujuk.

Malam ini perasaanku sangat gelisah berhubung dari pagi aku merasa mual -mual.segera aku berlari meninggalkan kamar tidurku menuju kamar mandi.Saat melewati ruang tamu ternyata satria belum tidur.Sambil mentapku dengan mata yang tajam penuh pertanyaan.segera kutinggalkan suamiku yg terus memandangku menuju kamar mandi.


Mas...mbak santi lagi sakit, badannya panas ucap si mbok yang telah lama bekerja dirumah kami.
Dek ucap suamiku pelan ditelingaku.Perlahan kubuka mata ini dan kulihat suamiku mentapku dengan wajah yg sedih sambil mengelus rambutku.
Adek lagi demam.Adek makan dulu ya biar lekas sembuh.sarannya membujukku.
saat satria menyuapiku aku menghentikannya dan memulai suatu percakapan.Abang kekantor aja, kan sekarang ada rapat kasihan klien abg nungguin.saatnya untuk berangkat tegasku meyakinkan suamiku.
Gak dek.Adek jauh lebih penting dibanding pekerjaan abang.Meetingnyakan bisa ditunda.Abang mau nemani adek aja disini.
Sungguh beruntungnya aku memiliki suami seperti satria.Bodohnya aku yang baru menyadari hal itu.Pipiku begitu penuh dengan air mata
ya ini air mata bahagiaku.


Dua hari sakit aku selalu dirawat suamiku dengan baik.Bahkan sesekali suamiku rela gk tidur demi merawatku.Dua hari belskangan ini kami berdua sudah tidur bersama tiada ranjang yg terpisah lagi.Hari ini suamiku membawakanku seorang dokter untuk memeriksa keadaanku karena aku tak lekas sembuh.kebetulan saat itu suamiku sudah berangkat kekantornya.Setelah diperiksa dokter mengatakan jika aku tengah mengandung
Sku sangat bahagia mendengar apalagi bila nanti suamiku tau hal ini pasti dia amat bahagia.

Hari ini aku memasak buat satria menyambut pujaan hati pulang dari kantor.
Aku tertegun dalam lamunan bila nanti suamiku mendengar hal ini reaksinya bagaimana yahhh tanysku pasti dalam hati.
Sudah larut malam satria belum kunjung balik dari kantornya Tak seperti biasanya.Hatiku mulai gelisah sambil menatao jam dinding yang menjulang tinggai tepat dihadapanku.Aku menarik nafasku dalam-dalam meyakinkan tidak ada hal buruk yang skan terjadi.Mataku mulai terpejamkan tapi aku memaksakan untuk menunggu suamiku. sekarang jarum jam menunjukkan arah ke 12 itu artinya pagi tlah tiba.Rasa gelisah semakin menghantuiku.Tet-tet-tet suara dering ponselku tanda panggilan masuk dari no suamiku.
Halo(terdengar suara seorang wanita yang membuatku semakin kwatir)
Iya halo.
Ibu istrinya mas satria kan????tanyanya memastikan.
Ya saya istrinya ini siapa ya tanyaku balik
Saya klien kantornya suami ibu mengalami kecelakaan dua jam yang lalu dan kini tidak sadarkan diri.Tak dapat kubendung air mataku mengalir deras dipipiku.Ponselku tak perdulikan lgi tlah jatuh mengenai lantai.aku segera bergegas lari  menuju rumah sakit dimana suamiku dirawat.
sampai disana aku nyaris tak berdaya melihat satria penuh dengan luka disekujur tubuhnya.Tanganku bergetsr begitu hebat.Ingin kugantikan posisinya agar aku yg merasakan sakit yg suamiku alami.Segera kupeluk erat tubuh suamiku.Tepat pukul 01 00 syukurlah suamiku sudah sadarkan diri.Melihatku tidur pulas disebelahnya satria memelukku erat sembari menyeka air mataku yg blum kering.Sontak aku terbangun dan sungguh kini air mata satria jatuh berlinang membasahi pipinya.Sayang... bisikku pelan padanya.
Jangan pernah tinggalin adek y dan anak kita .sekarang aku tengah mengandung anak kamu setidaknya bertahanlh demi anak kita.Jelas satria sangat kaget dan senang
mendengar hal itu dengan cepat aku menyodorkan jari kelingkingku kearahnya mengisyaratkan bahwa kami berjanji untuk bersama-sama.Dengan perlahan suamiku melayangkan kecupan dikeningku.sungguh tubuhnya sangat dingin.Hatiku masih ragu apakah suamiku dapat bertahan.Kini aku sudah terbujur kaku.Lemas rasanya.Pagi itu aku berhara satria masih dalam keadaan sadarkan diri tapi nyatanya dia kembali koma.Dua minggu berlalu suamiku  belum juga sadarkan diri.Setiap pagi aku datang melihatnya.Berharap dia akan segera pulih.Apakah tak ada lagi harapan buatku untuk bisa bersamanya.Smua ini hampir membuatku putus asa.Aku merindukan senyum manisnya.Merindukan segalanya.
Hanya satria yg kuinginkan saat ini yang kulakukan hanya bisa menunggu dan menunggu sampai satria kembali sadarkan diri.


Hingga suatu pagi,terdengar suara dengkuran tepat dari sampingku segera ku menoleh.Betapa bahagianya aku Ya Satria pujaan hati yang kutunggu selama 2 minggu kini berada disampingku.

kini kami hidup bersama, mengisi waktu bersama.dan aku mulai belajar menjadi istri yang baik buat suamiku.
***
Delapan bulan berlalu, Kami dianugrahkan untuk memiliki anak kembar.Itu membuat kami cukup bahagia.Terimakasih Tuhan atas kesempatan buatku untuk menempatkan nama Satria dihatiku.Aku dan satria ditakdirkan bersama dalam ikatan suci.Aku tau pasti Tuhan yang menuntunku datang kedalam kehidupan satria.

---THE END---